
Tahukah Anda, bahwa gejala saraf kejepit lebih rentan untuk diderita oleh kaum wanita. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, namun secara umum saraf kejepit bisa terjadi karena pola hidup tak aktif yang dilakukan untuk jangka waktu panjang. Pada klinik terapi saraf kejepit tercatat lebih banyak pasien dari kalangan wanita yang datang dengan berbagai penyebab.
Kategori Wanita yang Berisiko Alami Gejala Saraf Kejepit

Gejala saraf kejepit lebih umum dikenal sebagai sakit pinggang yang disebabkan oleh HNP (Hernia Nukleus Pulposus). Selain lebih berisiko dialami oleh kalangan wanita, saraf kejepit juga lebih rentan dialami oleh orang dengan usia di atas 50 tahun. Gejala saraf kejepit bisa memberikan rasa nyeri, kesemutan hingga mati rasa terutama di bagian saraf yang terjepit.
Ada beberapa kategori wanita yang berisiko terkena gejala saraf kejepit diantaranya adalah:
a. Wanita yang sedang hamil
Wanita yang sedang hamil berisiko alami gejala saraf kejepit yang disebabkan oleh bertambahnya berat badan. Di mana pertumbuhan janin yang semakin besar bisa membuat berat ibu hamil bertambah, yang bisa memberikan beban ekstra pada bagian otot dan sendi tubuh.
Selain karena penambahan berat badan, saraf kejepit bisa dialami ibu hamil karena adanya peningkatan produksi hormon relaksin. Hormon tersebut diketahui meningkat karena terjadi kelonggaran pada bagian penghubung ligamen. Pada saat organ ligamen melonggar, kondisi tersebut bisa menyebabkan salah satu saraf pada tulang belakang bisa terjepit.
b. Wanita yang jarang berolahraga
Menurut pengalaman dokter spesialis saraf dr.Zicky Yombana, Sp.S, wanita rentan terkena saraf kejepit karena jarang berolahraga. Biasanya pada usia sekolah, wanita yang sedang alami mens atau sakit akan izin tidak ikut olahraga.
Padahal ketika wanita hamil, membutuhkan dukungan tulang belakang yang kuat untuk membawa beban berat kandungan. Otomatis, karena saat usia remaja jarang berolahraga, tulang belakangnya pun rapuh. Hal tersebut berdampak pada saat pasca melahirkan, wanita rentan mengalami sakit pinggang.
Baca juga : Manfaat Madu Untuk Kesehatan Kulit Wajah
c. Struktur tulang wanita yang lebih rapuh
Kategori yang berikutnya adalah wanita yang memiliki kecenderungan tulang yang lebih rapuh dikarenakan regulasi hormonal estrogen. Tubuh wanita secara alami akan membuang kalsium pada saat alami menstruasi, hamil dan menyusui. Kondisi tersebut akan lebih parah pada wanita yang mempunyai hobi minum kopi, namun tak diimbangi dengan konsumsi sumber nutrisi kalsium seperti susu misalnya.
Itulah beberapa kategori wanita yang rentan terkena saraf kejepit. Gejala saraf kejepit bisa disembuhkan dengan catatan melakukan terapi pengobatan secara rutin dan mempunyai kemauan untuk menerapkan gaya hidup yang sehat. Karena saraf kejepit bukan struktur tulang dalam tubuh yang bermasalah atau bergeser, melainkan lebih dikarenakan terjadinya benturan, kebiasaan atau posisi yang salah dan lainnya yang berasal dari diri sendiri.
Selain pada wanita, gejala saraf kejepit juga lebih berisiko terjadi pada orang dengan faktor di bawah:
- Menderita penyakit diabetes
- Mengalami penyakit tiroid
- Mempunyai postur tubuh yang tak ideal, seperti sering duduk dengan posisi membungkuk
- Mempunyai pekerjaan atau aktivitas dengan gerakan berulang misalnya bermain tenis atau mengetik
- Sedang dalam kondisi yang membuat ia harus berbaring atau tak bisa bergerak di tempat tidur untuk jangka waktu lama
Gejala saraf kejepit juga bisa terjadi karena adanya kondisi khusus yang membuat saraf alami penekanan oleh tulang, otot atau jaringan lunak yang ada di sekitarnya. Kondisi tersebut mencakup:
- Memiliki posisi tidur yang salah untuk jangka waktu lama
- Adanya cedera yang disebabkan kecelakaan atau aktivitas olahraga
- Terjadinya peradangan pada ligamen atau bagian tendon yang berlokasi dekat dengan saraf
- Kondisi osteoarthritis tulang belakang bisa berakibat bagian tulang menjadi lebih tebal dan menekan saraf tulang belakang
- Kondisi obesitas, ketika jaringan lemak yang berlebihan bisa berdampak adanya penekanan pada saraf
- Kondisi rheumatoid arthritis yang bisa berakibat adanya peradangan pada sendi, menjadikannya bengkak kemudian menekan bagian saraf yang ada di sekitarnya
Jika Anda termasuk salah satu orang dengan faktor risiko yang disebutkan di atas, sebaiknya kenali gejalanya secara dini untuk dapatkan penanganan yang tepat dan cepat di klinik terapi saraf kejepit. Gejala saraf kejepit umumnya bisa dibedakan sesuai dengan lokasinya sehingga gejala yang muncul bisa saja berbeda-beda. Berikut gejala saraf kejepit yang harus Anda waspadai:
- Ada rasa nyeri yang merambat dan terasa tajam
- Rasa nyeri yang tumpul namun menimbulkan rasa panas
- Terjadi bengkak khususnya pada bagian tubuh yang terkena saraf kejepit
- Ada rasa kesemutan yang sensasinya seperti ditusuk dengan jarum
- Terjadi lemah otot sehingga kekuatan bagian tersebut berkurang
- Terjadi mati rasa atau kebas
Jika Anda mendapati adanya gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan medis secepatnya. Di Indonesia sendiri kita memiliki Lamina Pain and Spine Center yang dikenal sebagai klinik dengan One Stop Service untuk pelayanan kesehatan nyeri dan masalah tulang belakang dengan teknologi terkini.
Salah satu jenis terapi pengobatan yang banyak dipilih untuk mengatasi saraf kejepit pada wanita adalah dengan terapi endoskopi Joimax. Terapi Joimax sendiri merupakan sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan minimal invasive yang diterapkan untuk mengatasi berbagai macam gangguan tulang belakang.
Terapi Joimax dilakukan dengan menggunakan alat endoskopi, merupakan sebuah alat yang memiliki bentuk tabung panjang dilengkapi dengan instrumen bedah dan kamera. Alat endoskopi akan dimasukkan ke bagian yang terkena saraf kejepit dengan membuat sayatan kecil. Prosedur tersebut memberikan peluang untuk dokter yang melakukan tindakan bisa mengamati sekaligus mengobati masalah saraf kejepit tanpa harus melakukan pembedahan secara terbuka yang berisiko tinggi.
Manfaat dan Keunggulan Terapi Joimax di Lamina.id
Klinik terapi saraf kejepit Lamina menjadi rujukan bagi banyak wanita yang mengalami gejala saraf kejepit karena memiliki manfaat tersendiri. Berikut adalah beberapa manfaat dan keunggulan yang bisa didapatkan jika mengatasi saraf kejepit pada wanita dengan terapi Joimax di Lamina.id yaitu:
1. Minim risiko infeksi dan komplikasi
Terapi endoskopi Joimax dilakukan dengan membuat sayatan berukuran kecil pada kulit, bahkan dengan ukuran kurang dari 1 cm. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir trauma pada jaringan sekitar bagian yang diterapi sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan pasien. Selain itu, pasien juga bisa lebih sedikit mengalami nyeri pasca operasi yang membuat kondisinya jauh lebih baik.
2. Mengurangi risiko munculnya bekas operasi
Terapi Joimax juga dilakukan dengan sayatan kecil untuk bisa mengurangi peluang terjadinya risiko infeksi serta pendarahan yang berbahaya. Di samping itu, sayatan kecil pada terapi Joimax juga bisa mengurangi terjadinya kerusakan pada saraf, pembuluh darah serta jaringan yang ada di sekitarnya. Terapi Joimax juga bisa dipilih jika Anda ingin jenis tindakan yang tak meninggalkan bekas operasi di kulit.
3. Dilakukan dengan anestesi lokal
Terapi Joimax dilakukan dengan menggunakan jenis anestesi lokal dengan tujuan untuk mengurangi adanya risiko efek samping yang biasanya terjadi pada anestesi umum. Pada saat melakukan terapi Joimax, pasien bisa tetap sadar dan pasca operasi bisa langsung beraktivitas secara normal dalam jangka waktu yang lebih singkat.
Demikian ulasan singkat tentang terapi Joimax yang mempunyai berbagai manfaat serta keunggulan untuk mengatasi gejala saraf kejepit khususnya pada wanita. Segera kunjungi klinik terapi saraf kejepit untuk mengatasi gejala dengan cepat dan tepat.
